• Ratu Adil, Raja Jawa Tanpa Mahkota, Cermin Diri HOS Tjokroaminoto

    Tjokroaminoto mempunyai 3 orang murid: Soekarno, Kartosoewirjo, dan Semaun

  • Islam dan Sosialisme ; HOS Tjokroaminoto

    Tahun 1924 di Mataram, HOS Tjokroaminoto seorang pendiri dan sekaligus ketua Sarekat Islam (SI) menulis buku “Islam dan Sosialisme”

  • Dokumen Rencana Pemberontakan PKI Ditemukan

    Ahli sejarah Universitas Negeri Surabaya, Prof Dr Aminuddin Kasdi enemukan dokumen kecil berisi rencana pemberontakan PKI dengan target mendirikan negara komunis di Indonesia.

Tjokroaminoto, Soekarno, dan Zelfbestuur

Oleh : Muhammad Kasman
“Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun! Gelombangnya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan itu ada naik dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju kearah cita-cita.” Suara Sukarno terdengar lantang pagi itu.
Jumat 17 Agustus 1945, jam menunjukkan waktu pukul 09.56, dengan didampingi oleh Mohammad Hatta, Sukarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dalam kondisi alat pengeras suara yang rusak akibat kabelnya terinjak-injak oleh massa yang berjubel.
“Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya.” Demikian bilang Sukarno pula.
Nama Sukarno memang lekat dengan proklamasi, namun ada nama lain yang patut diingat terkait kemerdekaan: Tjoroaminoto. Membincang kemerdekaan tanpa menyebut Tjokroaminoto, adalah kenaifan. Sebab Tjokroaminoto dan Sukarno, dengan peranannya masing-masing, bertaut erat dengan ihwal kemerdekaan.
Hubungan keduanya, pun unik. Disamping keselarasan ide pasal kemerdekaan, mereka adalah guru dan murid, sekaligus mertua dan anak menantu. Istri pertama Sukarno –Siti Oetari, adalah putri Tjokroaminoto.
Jauh hari setelah kemerdekaan, Sukarno tak pernah melupakan gurunya. Dia mengakui bahwa ide kemerdekaan yang kemudian bisa diwujudkannya melalui proklamasi, adalah buah perjuangan Tjokroaminoto.
“Pemikiran awal yang dipupuk oleh Pak Tjokro dan mulai menemukan bentuknya di Surabaya…” Demikian daku Sukarno yang pernah mondok di rumah Tjokroaminoto di Surabaya selama enam tahun. Kedekatan inillah yang membentuk nasionalisme Sukarno.
Dua orang penulis Soviet, Kapitsa M.S. dan Maletin N.P. dalam Soekarno: Biografi Politik (2009), mengakui bahwa Tjokroaminoto telah menjadi ideal bagi pemuda soekarno, bahkan rumah Tjokroaminoto di gang Peneleh disebutnya sebagai universitas politik bagi kaum pergerakan.
Ide kemerdekaan pun demikian adanya, diserap Sukarno dari Tjokroaminoto. Bersama dengan kawan kost-nya, Semaun dan Sekarmadji, Sukarno membangun imaji tentang kemerdekaan di bawah bimbingan Tjokroaminoto yang gencar menyuarakan itu.
Seperti pada tahun 1916, dihadapan peserta Kongres Sarekat Islam, Tjokroaminoto berpidato lantang, “Tuan-tuan jangan takut, bahwa kita dalam rapat ini berani mengucapkan perkataan zelfbestuur atau pemerintahan sendiri… Supaya Hindia lekas dapat pemerintahan sendiri (zelfbestuur)…”
Namun dari ketiga muridnya yang terkenal, Semaun yang memilih komunisme, Sekarmadji yang menganut Islamisme serta Sukarno yang mengusung nasionalisme, Tjokroaminoto lebih percaya bahwa Sukarnolah yang mewarisi ide-ide besar dan jalan perjuangannya.
Maka kepada keluarganya, Tjokroaminoto berpesan, “Ikutilah anak ini. Dia diutus oleh Tuhan untuk menjadi Pemimpin Besar kita. Aku bangga karena telah memberinya tempat berteduh di rumahku.” Tulis Cindy Adams dalam Soekarno: Penyambung Lidah Rakyat (Edisi Revisi, 2007).
Pula, bukan sebuah kebetulan Sukarno dititipkan di rumah Tjokroaminoto, “Nak, aku telah merencanakan langkah ini begitu kau dilahirkan ke dunia. Semua telah diaturnya dan engkau akan tinggal di rumah H.O.S. Tjokroaminoto.” Terang Raden Soekemi, ayah Sukarno, ketika melepas anaknya ke Surabaya.
Perhatian khusus Tjokroaminoto terhadap Sukarno juga terlihat pada tahun 1919. Sewaktu, hujan abu vulkanik mengepung Blitar, saat itu Sukarno sedang berlibur ke sana. Karena khawatir, dengan mengabaikan keselamatannya, seorang diri Tjokroaminoto mengendarai mobilnya dari Surabaya ke Blitar.
Semua itu dilakukan seorang Tjokroaminoto, hanya untuk memastikan si murid kesayangan, Sukarno, selamat dari bencana yang menimpa Blitar. Demikian perhatiannya Tjokroaminoto kepada Sukarno, begitu pula perhatian Sukarno pada guru dan mertuanya.
Ketika mengetahui mertuanya digiring tentara Belanda ke tahanan pada sebuah tengah malam di akhir Agustus 1921, Soekarno meninggalkan kuliahnya di Bandung dan kembali ke Surabaya. “Saya harus berbakti kepada orang yang saya puja,” demikian alasan Sukarno.
“Pak Tjokro adalah pujaanku. Aku muridnya. Secara sadar atau tidak sadar ia menggemblengku”, “Aku menjadi buntut dari Tjokroaminoto. Kemana dia pergi aku turut” dan “Cerminku adalah Tjokroaminoto” Pengakuan Sukarno pada Cindy Adams ini menunjukkan betapa Tjokroaminoto begitu mempengaruhi Sukarno.
Salah satu pemikiran Tjokroaminoto yang demikian memengaruhi Sukarno adalah soal persatuan bangsa. Sebab Tjokroaminoto yakin, begitupun Sukarno, bahwa persatuanlah pondasi kemerdekaan dan pemerintahan sendiri (zelfbestuur).
Tjokroaminoto menyeru, “Kita mencintai bangsa kita dan dengan ajaran agama kita (Islam), kita berusaha sepenuhnya untuk mempersatukan seluruh atau sebagian terbesar bangsa kita. …dan meminta segala sesuatu yang kita anggap dapat memperbaiki bangsa kita, tanah air kita dan pemerintahan kita.”.
Maka Sukarno pun menyahuti seruan gurunya dalam Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme, “Sebab kita yakin, bahwa persatuanlah yang kelak kemudian hari membawa kita ke arah terkabulnya impian kita: Indonesia Merdeka!”.
Saat Sukarno memproklamirkan kemerdekaan bangsa ini pada 17 Agustus 1945, Tjokroaminoto memang telah marhum sebelas tahun sebelumnya –17 desember 1934, namun Sukarno mengabadikan ide persatuan ini dalam sila ketiga Pancasila: Persatuan Indonesia.

Sukarno Belajar dari Tjokroaminoto Hingga Mustafa Kemal


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dian Erika Nugraheny, Umi Nur Fadhilah, Ali Mansur

Gagasan pergerakan Islam HOS Tjokroaminoto banyak memengaruhi Sukarno.

"Ibu adalah, meskipun beragama Islam asal daripada agama lain, orang Bali. Bapak, meskipun beragama Islam, beliau adalah beragama, jikalau boleh dinamakan agama, teosofi. Jadi kedua kedua orang tua saya ini yang saya cintai dengan segenap jiwa saya, sebenarnya tidak dapat memberikan pengajaran kepada saya tentang agama Islam…"
Kenangan itu disampaikan Sukarno, sang proklamator, pada Muktamar ke-32 Muhammadiyah di Stadion Gelora Sukarno, 25 November 1962. Ayah yang ia maksud dalam pidato tersebut adalah Raden Sukemi Sastrodihardjo, seorang guru. Ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai yang masuk Islam setelah menikah dengan Sukemi.
Sukarno tidak pernah berkecil hati. Saat ia dilahirkan pada 6 Juni 1901 di Surabaya, agama Islam bukan sudut pandang utamanya terhadap dunia. Toh, pada akhirnya, saat ia wafat dan dimakamkan di Blitar pada 21 Juni 1970, ia diselimuti kain Muhammadiyah. Sukarno juga berpulang meninggalkan buah pikir yang dipengaruhi banyak tokoh Islam dan ajaran agama tersebut.
Perkenalan Sukarno dengan Islam bermula setelah ia tamat dari sekolah Europese Lagera School di Mojokerto pada 1915. Ia kemudian memperoleh kesempatan melanjutkan studinya di Hogere Burger School (HBS) di Surabaya. Saat itu, Raden Soekemi menitipkan sang anak kepada kawannya Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto.
Kendati berteman dekat, Tjokroaminoto dan ayah Sukarno, Raden Soekemi Sosrodihardjo sedianya memiliki perbedaan strata sosial. Soekemi tetap memercayakan anaknya mengingat ketokohan Tjokro. Kerabat Tjokroaminoto, Nunu A Hamijaya mengisahkan, HOS Tjokroaminoto saat itu ternama sebagai orator ulung dan pemimpin Sarekat Islam (SI).
"Rumah Peneleh (daerah rumah Tjokroaminoto) memang ditempati banyak orang dari berbagai kalangan, banyak temannya (Bung Karno), baik pribumi maupun Belanda," kata Nunu yang juga sekretaris umum pimpinan wilayah (PW) Syarikat Islam (SI) Indonesia Jawa Barat itu kepada Republika beberapa waktu lalu.
Di Surabaya, Sukarno mulai ikut dalam pergerakan Islam dan lebih mengenal Islam melalui ceramah-ceramah pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Perkenalannya dengan KH Ahmad Dahlan ketika yang bersangkutan berceramah di dekat rumah Tjokroaminoto. Sukarno menuturkan, ia saat itu sedemikian terpukau dengan ceramah-ceramah KH Ahmad Dahlan. Setelah itu, setiap Dahlan berceramah, ia selalu ikut.
Menurut Nunu, Bung Karno juga mengagumi kemampuan politik praktis dari Tjokroaminoto. Tjokro memang dikenal dengan kemampuannya berpidato, menulis, dan menggerakkan massa. Sebaliknya, Tjokoaminoto juga menyadari jiwa kepemimpinan Sukarno. Ia bahkan berani menaruh harapan terhadap Bung Karno untuk melanjutkan kepemimpinannya di SI. Tjokro juga mengizinkan Sukarno menikahi putrinya, Utari.
Menurut sejarawan Islam dan keindonesiaan, Tiar Anwar Bachtiar, dari rumah di Gang Peneleh itu, Sukarno kemudian mengenal sejumlah tokoh SI, seperti Abdul Muis dan Haji Agus Salim. Dari Agus Salim, yang memang memiliki penguasaan Bahasa Arab, Sukarno juga mendalami Islam. Pembelajarannya terhadap Islam juga ditunjang diskusi dan bacaan.
Sukarno pun berkawan akrab dengan pelajar seumurannya, di antaranya Semaun, Kartosuwiryo, Alimin, dan Darsono yang juga tinggal di rumah Tjokroaminoto. Selama tinggal di Gang Peneleh, para pelajar muda itu belajar tentang organisasi, politik, pidato, orasi, hingga pendalaman berbagai pemikiran, baik Islam maupun bukan Islam.
Kesadarannya Sukarno tentang Islam kemudian berkembang sejalan dengan kesadaran terhadap sikap antikolonialisme. "Peran Tjokroaminoto dalam kesadaran ini jelas, yakni mengader para pelajar cerdas sebagai calon pemimpin masa depan. Dalam mengader, Tjokroaminoto tetap mengutamakan sentuhan Islam sebagaimana perannya sebagai tokoh SI," kata Tiar.
Saat itu, SI terbilang sebagai organisasi yang paling tegas menyuarakan antipenjajahan. Sebelum berganti nama menjadi SI pada 1911, organisasi ini bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan pada 1905. SDI adalah organisasi massa pertama Indonesia yang didirikan pada zaman kolonial. Salah satu tujuan pendiriannya, yakni melawan politik Belanda yang memberi keleluasaan terhadap pedagang asing.
Hal ini memengaruhi semangat Islam yang menurut Sukarno sebagai sikap yang antikolonialisme dan penindasan. Sukarno dan rekan-rekannya saat itu telah bergabung sebagai kader muda SI. Di organisasi berbasis massa tersebut, Sukarno mengasah kemampuan berpolitik. Selama masa dewasa awal inilah, jiwa nasionalismenya semakin terbentuk.
Selain bergabung di SI, Sukarno muda juga tercatat aktif menulis di harian Oetoesan Hindia yang dikelola Tjokroaminoto. Kedekatannya dengan tokoh SI kembali terjalin ketika dia melanjutkan pendidikan di Technische Hoogeschool (sekarang Institut Teknologi Bandung) pada 1921.
Semasa tinggal di rumah Tjokroaminoto, Sukarno muda bersentuhan pula dengan teori Marxisme di HBS Surabaya melalui gurunya C Hartogh. Sukarno juga aktif mengunjungi perpustakaan Freemason, tempat ayahnya berorganisasi. Di perpustakaan itu, Sukarno banyak  membaca buku filosofi, nasionalisme, Marxisme, dan Leninisme.
Sukarno yang tergerak oleh Marxisme sempat mendaftarkan diri keIndische Social-Democratische Vereeninging (ISDV) yang didirikan pada 1914. Semaun, rekan satu kontrakan Sukarno yang kemudian dikenal sebagai pendiri Partai Komunis Indonesia (PKI) setelah Serikat Islam pecah, juga anggota ISDV.
Kian kemari, Sukarno sempat makin kuat kecenderungan komunis dan sosialisnya. Ia dirayu merengkuh internasionalisme yang dikampanyekan tokoh sosialis A Baars. Beruntung saat itu, Sukarno disadarkan tokoh SI, Abdul Muis, untuk kembali meyakini nasionalisme. Nasib Republik Indonesia bisa sangat berbeda bila Sukarno kebablasan meyakini internasionalisme saat itu.
Kedekatannya dengan tokoh SI kembali terjalin ketika dia melanjutkan pendidikan di Technische Hoogeschool (sekarang Institut Teknologi Bandung) pada 1921. Di Bandung, Sukarno tinggal di rumah Haji Sanusi yang merupakan pengurus SI Bandung. 
Selama kuliah teknik sipil, dia mengenal tokoh lain, seperti dr Tjiptomangunkusumo, Douwes Dekker, Muhammad Natsir, dan Ahmad Hassan.  Dua nama terakhir merupakan tokoh Islam yang sering berseberangan ide dengan Sukarno.

Baik Hassan maupun Natsir sama-sama bercita-cita mendirikan negara Indonesia yang berdasarkan syariat Islam. Sementara itu, bagi Sukarno perihal agama dan negara sebaiknya dipisahkan.
Tiar menuturkan, pemikiran Sukarno ini terpengaruh ide modernisme Turki oleh Mustafa Kemal Pasha. Pandangan ini kemudian membuat Sukarno disebut sebagai kalangan Islam nasionalis. "Bisa dikatakan juga pemikirannya lebih sekuler. Meskipun sering berseberangan pandangan dengan para ulama, hubungan Sukarno dengan mereka tetap baik. Salah satu contoh adalah hubungannya dengan HAMKA," kata Tiar.
Bagaimanapun, sejarah mencatat masa-masa perkenalan Sukarno dengan SI dan Islam adalah masa-masa krusial yang membentuk cara pikir Sukarno. Ia menguatkan tekad sang proklamator soal nasionalisme Indonesia. Tekad yang digenggam erat Sukarno sepanjang hidupnya, tekad yang pada akhirnya berujung kemerdekaan.

Bung Karno: Cerminku adalah Tjokroaminoto

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Fitriyan Zamzami

Kesan Sukarno terhadap HOS Tjokroaminoto tidak pernah main-main. “Dialah orang yang mengubah seluruh kehidupan saya…” tulis Sukarno dalam autobiografinya, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat. Menurut Sukarno, pemimpin Sarekat Islam (SI) tersebut yang mengajari dan menempa jati dirinya. ''Cerminku adalah Tjokroaminoto. Aku memperhatikannya menjatuhkan suaranya. Aku melihat gerak tangannya dan kupergunakan penglihatan ini pada pidatoku sendiri,'' lanjut Sukarno dalam buku tersebut.
Tjokroaminoto dilahirkan di Desa Bakur, Tegalsari, Ponorogo, 16 Agustus 1882. Putra seorang wedana di Madiun. sejak kecil dia mendapat pendidikan Islam dan menamatkan sekolahnya di Opleidingschool Voor Inlandeche Ambtenaren (OSVIA) pada 1902. Di Surabaya, ia mulai menceburkan diri ke dunia politik, mengorganisasi pemuda-pemuda dalam Serikat Dagang Islam (SDI), dan menjadi ketua cabang SDI Jawa Timur.
Begitu diserahi tugas memimpin SDI, September 1912, Tjokro langsung menyusun anggaran dasar SDI dan mengusulkan kata 'dagang' dalam SDI dihapus. Usul itu diterima dan sejak itu, SI menjadi organisasi modern.
Saat Sukarno menumpang di kediamannya pada 1915, Tjokro sudah terkenal sebagai tokoh pergerakan dan pemikiran Islam. Yang jauh lebih penting, Tjokro juga salah satu orang pertama di Hindia Belanda yang melancarkan ide pembentukan  bangsa dan  kemerdekaan Indonesia.
Ide pembentukan bangsa dan pemerintahan itu disampaikan Tjokro dalam Kongres Nasional Serikat Islam (SI) 1916 dalam bahasa Melayu. 
''Kita cinta bangsa sendiri dan dengan kekuatan ajaran agama kita, agama Islam. Kita berusaha untuk mempersatukan seluruh bangsa. Tidak boleh terjadi lagi, bahwa dibuat perundang-undangan untuk kita, bahwa kita diperintah tanpa kita ikut di dalamnya… di bawah pemerintahan tiranik dan zalim, hak-hak dan kebebasan itu dicapai melalui revolusi!''
Gagasan itu kemudian secara formal dirumuskan sebagai pernyataan SI dalam kongres nasional Central Sarekat Islam di Bandung, 17-24 Juni 1916. Di antara isi pernyataan itu, agama Islam adalah agama yang mengajarkan ide demokrasi, agama Islam merupakan dasar pokok bagi pendidikan moral dan intelektual, pemerintahan Hindia-Belanda tidak perlu campur tangan dalam bidang agama dan hendaknya tidak membuat diskriminasi antara agama-agama, serta rakyat perlu diberi kesempatan berpartisipasi dalam politik.
Ide kemerdekaan dan keislaman tersebut disampaikan persis saat Sukarno mula-mula berkenalan dengan Tjokro.  Di Peneleh, pada malam hari, Sukarno dan anak-anak muda yang menumpang berdebat dengan Tjokro soal politik dan perjuangan bangsa melawan penjajahan Belanda.
''Pak Tjokro mengajarku tentang apa dan siapa dia, bukan apa yang ia ketahui ataupun tentang apa jadiku kelak. Seorang tokoh yang mempunyai daya cipta dan cita-cita tinggi, seorang pejuang yang mencintai tanah tumpah darahnya. Pak Tjokro adalah pujaanku. Aku muridnya. Secara sadar dan tidak sadar ia menggemblengku. Aku duduk dekat kakinya dan diberikannya kepadaku buku-bukunya, diberikannya padaku milikku yang berharga.''

Peraturan Modifikasi Motor

Copas dari FB https://www.facebook.com/DivHumasPolri/posts/860305110665013:0
Selamat Siang Mitra Humas!!
Bagi pecinta otomotif yang hobi ngoprek mesin / modif kendaraan mulai dari warna konstruski bodi/rangka dll pasti sering timbul pertanyaan, apakah hasil modifan saya ini melanggar hukum? gimana ya kalo nanti ditilang?, lalu apa siy dasarnya bisa ditilang? Duhh lalu harus bagaimana biar bisa tetep oke dijalan tanpa melanggar hukum? Mari kita ulas bersama-sama bagi ada yang punya pengalaman menarik silahkan di share..
Menurut para pecinta otomotif gaya modifikasi kendaraan motor/mobil memang mengapresiasikan dan menunjukkan jati diri, begitu angkut dari diler langsung dibawa ke bengkel modifikasi. Ada juga yang sudah bosan dengan kendaraan yang tampilannya itu-itu aja, tapi sayang untuk ganti dan beli kendaraan baru, atau karena pertimbangan lainnya, seperti faktor dana. Namun bagaimana jadinya bila semua alasan tersebut terpatahkan karena dinilai melanggar hukum?? Nahloo???
Pertama-tama coba kita baca petikan Undang-undang Berikut:
“Setiap orang yang memasukkan Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).”
di atas merupakan bunyi pasal 277 Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Duhh ngeri ya!!
Lalu bagaimana solusinya? Solusinya ya Uji Tipe!
Uji tipe kendaraan bermotor adalah pengujian yang dilakukan terhadap fisik kendaraan bermotor atau penelitian terhadap rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor, kereta gandengan atau kereta tempelan sebelum kendaraan bermotor tersebut dibuat dan atau dirakit dan atau dimpor secara masal serta kendaraan bermotor yang dimodifikasi. Sesuai dengan Keputusan Menetri Perhubungan No. 9 Tahun 2004 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor Uji tipe bertujuan untuk memberikan jaminan keselamatan secara teknis terhadap penggunaan kendaraan bermotor di jalan, selain itu uji tipe juga bertujuan melestarikan lingkungan dari kemungkinan pencemaran yang diakibatkan oleh penggunaan kendaraan bermotor di jalan.
Tuhkan! Tujuannya baik kok….
Tapi, memangnya harus ya pak? Klo gak uji tipe trus kenapa?
Setiap kendaraan bermotor yang masuk ke Indonesia atau yang dirakit di tanah air secara legal dan bagi kendaraan bermotor yang telah dimodifikasi WAJIB dilakukan uji tipe terlebih dahulu. Sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 50 ayat (1)
“Uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2) huruf a wajib dilakukan bagi setiap Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan, yang diimpor, dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri, serta modifikasi Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe”
Terus modif yang dimaksud itu yang seperti apa?
UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 52 ayat (1) “Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dapat berupa modifikasi dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut.”
Tuhkan! Bagi kendaraan bermotor yang telah dimodif baik dari segi dimensi (panjang/lebar kendaraan), Mesin dan kemampuan daya angkut WAJIB dilakuka uji tipe!! UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 52 ayat (2) “Setiap Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib dilakukan uji tipe ulang.”
Nahhh untuk kalian pecinta otomotif yang hobi Modif untuk digunakan dijalan seperti bore up mesin, ganti mesin (dari mesin motor/mobil jenis A diganti menjadi mesin motor/mobil B demi memiliki CC tertentu), merubah rangka dll kendaraan disarankan untuk uji tipe terlebih dahulu. Hal tersebut tentunya juga berlaku bagi kendaraan yang hanya memodifikasi warna/cat. Semua itu bertujuan agar nantinya STNK yang kita miliki sesuai dengan fisik kendaraan baik itu nomor mesin, rangka, model, cat dll. Serta kendaraan tersebut layak melaju di jalan karena sudah memenuhi standar yang ditentukan.
Jadi jangan salahkan petugas apabila suatu saat nanti Mitra Humas ditilang/disita kendaraannya apabila terbukti dimodifikasi tanpa dilakukan uji tipe terlebih dahulu.

Apa yang dimaksud Ormas Anti Pancasila?

Berdasarkan Undang - Undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2013 tentang Ormas Kemasyarakatan.

Pasal 2 
Asas Ormas tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pasal 3
Ormas dapat mencantumkan ciri tertentu yang mencerminkan kehendak dan cita-cita ormas yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam pasal 59 ayat (4)
Ormas dilarang menganut,mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Adapun penjelasan ayat (4). 
Yang dimaksud dengan ..."Ajaran, atau paham yang bertentangan dengan Pancasil" ...adlah ajaran atheisme, komunisme/komunisme-leninisme.

Kasus Penistaan Agama Tahun 1918, HOS Cokroaminoto Pun Bentuk Pasukan 35.000 Orang

Pada awal Januari tahun 1918, surat kabar harian bernama “Djawi Hisworo” pernah muncul suatu artikel yang berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad, shollollohu ‘alaihi wasallam. Artikel tersebut ditulis oleh Djojodikoro, dan berjudul “Pertjakapan Antara Martho dan Djojo”.
Artikel itu memuat kalimat bertuliskan:
“Gusti Kandjeng Nabi Rasoel minoem AVH, minoem Opium, dan kadang soeka mengisep Opium.”
Kalimat itu secara jelas menuduh bahwa Nabi – shollollohu ‘alaihi wasallam – adalah pemabuk, dan suka mengkonsumsi Opium.
Sontak, artikel tersebut mendapat reaksi besar dari masyarakat Muslimiin Nusantara di waktu itu.
Salah satu tokoh Islam, yaitu H.O.S Tjokroaminoto – Pahlawan Nasional RI – bahkan segera membentuk organisasi bernama Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM).
Struktur TKNM ini terdiri dari:
Ketua: HOS (Haji Oemar Said) Tjokroaminoto
Bendahara: Syekh Roebaja bin Ambarak bin Thalib
Sekretaris: Sosrokardono
Setelah dibentuk, TKNM menyeru kepada masyarakat Indonesia untuk menghadiri perkumpulan besar yang berlokasi di Kebun Raya Surabaya, pada tanggal 6 Februari 1918.
Perkumpulan ini diadakan sebagai sikap kaum muslim terhadap penghinaan Nabi.
Tahukah berapa kaum muslim yang ikut dalam aksi tersebut?
Diperkirakan tidak kurang daripada 35.000 orang!
Tuntutannya hanya satu, yaitu mendesak pemerintah Hindia Belanda, dan Sunan Surakarta, untuk segera mengadili Djojodikoro dan Martodarsono (pemilik surat kabar), atas kasus penistaan Nabi, shollollohu ‘alaihi wasallam.
Di waktu itu, tentu saja media tidak seperti sekarang. Tidak ada media sosial macam facebook, twitter, dan tidak ada TV. Radio pun hanya segelintir orang yang punya.
TNKM hanya bermodalkan pesan lisan dan media seleberan kertas untuk mengumpulkan massa sebesar itu.
Dan tentunya tidak ada bayaran atau Nasi Bungkus untuk mengumpulkan mereka.
Jadi bisa dibayangkan betapa besarnya kemarahan masyarakat Muslim Indonesia yang mengikuti 124.000 nabi sejak awal jaman, yang diutus oleh Tuhan Yang Maha Esa, Allah, saat mengetahui Nabi mereka dihina.
Belajarlah sejarah lebih banyak lagi jika masih tidak sehat, dan mengatakan bahwa Aksi Damai Bela Qur’an yang diikuti dua jutaan manusia dari Sabang sampai Merauke, adalah upaya memecah belah bangsa.
H.O.S Tjokroaminoto adalah salah seorang Pahlawan Nasional yang tidak diragukan lagi jasanya dalam perjuangan pra-kemerdekaan Indonesia.
Jadi beranikah anda bilang H.O.S Tjokroaminoto (mentor bung Karno) adalah penebar isu SARA?
Beranikah anda bilang bahwa Guru Bangsa itu berusaha memecah-belah bangsa?
Beranikah anda bilang bahwa 35.000 massa yang berkumpul di tahun 1918 itu adalah orang-orang bodoh yang tidak mengerti makna toleransi?
Kalau anda berani, bisa jadi justru anda yang penebar isu SARA, andalah yang memecah-belah bangsa, dan anda mungkin sekali termasuk orang bodoh, yang tidak tahu makna toleransi.
~ Ahmad Ghilman
Diambil dari buku “Jang Oetama : Jejak Perjuangan H.O.S Tjokroaminoto” karya A.D Mulawarman.

Hegemoni Kapitalisme Dunia

Hegemoni Kapitalisme Dunia

By H. Dwi Condro Triono, M.Ag.,Ph.D

Secara rinci beliau menjelaskan 14 Jurus Hegemoni Kapitalisme sbb :

**..Jurus 1..**

Sistem ekonomi kapitalisme telah mengajarkan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya akan terwujud jika semua pelakuekonomi terfokus pada akumulasi kapital. Mereka lalu menciptakan sebuah mesin “penyedot uang” yang dikenal dengan lembaga perbankan. Oleh lembaga ini, sisa-sisa uang di sektor rumah tangga yang tidak digunakan untuk konsumsi akan “disedot”. Lalu siapakah yang akan memanfaatkan uang di bank tersebut? Tentu mereka yang mampu memenuhi ketentuan pinjaman (kredit) dari bank, yaitu: fix return dan agunan. Konsekuensinya, hanya pengusaha besar dan sehat sajalah yang akan mampu memenuhi ketentuan ini. Siapakah mereka itu? Mereka itu tidak lain adalah kaum kapitalis, yang sudah mempunyai perusahaan yang besar, untuk menjadi lebih besarlagi. Nah, apakah adanya lembaga perbankan ini sudah cukup?Bagi kaum kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. Dengan apa?
.

**..Jurus 2..**

Kaum kapitalis merasa perlu membuat mesin “penyedot uang”yang lebih ampuh lagi, yaitu pasar modal. Dengan pasar ini, para pengusaha cukup mencetak kertas-kertas saham untuk dijual kepada masyarakat dengan iming-iming akan diberi deviden. Siapakah yang memanfaatkan keberadaan pasar modal ini? Dengan persyaratan untuk menjadi emiten dan penilaian investor yang sangat ketat, lagi-lagi hanya perusahaan besar dan sehat saja yang akan dapat menjual sahamnya di pasar modal ini. Siapa mereka itu? Kaum kapitalis juga, yang sudah mempunyai perusahaan besar, untuk menjadi lebih besar lagi. Adanya tambahan pasar modal ini, apakah sudah cukup? Bagi kaum kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. Dengan apa lagi?
.

**..Jurus 3..**

Kaum kapitalis lalu mengunakan jurus ketiga, yaitu “memakanperusahaan kecil”. Bagaimana caranya? Menurut teori Karl Marx, dalam pasar persaingan bebas, ada hukum akumulasi kapital (the law of capital accumulations), yaitu perusahaan besar akan “memakan” perusahaan kecil. Contohnya, jika di suatu wilayah banyak terdapat toko kelontong yang kecil, maka cukup dibangun sebuah mal yang besar. Dengan itu toko-toko itu akan tutup dengan sendirinya. Dengan apa perusahaan besar melakukan ekspansinya? Tentudengan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu perbankan dan pasar modal.
.

**..Jurus 4..**

Agar perusahaan kapitalis dapat lebih besar lagi, mereka harus mampu memenangkan persaingan pasar. Persaingan pasar hanya dapat dimenangkan oleh mereka yang dapat menjual produk-produknya dengan harga yang paling murah. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan mengusai sumber-sumber bahan baku seperti: pertambangan, bahan mineral, kehutanan, minyak bumi, gas, batubara, air dsb. Dengan apa perusahaan besar dapat menguasai bahan baku tersebut? Tentu dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal.
.

**..Jurus 5..**

Jika perusahaan kapitalis ingin lebih besar lagi, maka jurus berikutnya adalah “mencaplok” perusahaan milik negara (BUMN). Kita sudah memahami bahwa perusahaan negara umumnya menguasai sektor-sektor publik yang sangat strategis, seperti: sektor telekomunikasi, transportasi, pelabuhan, keuangan, pendidikan, kesehatan, pertambangan, kehutanan, energi dsb. Bisnis di sektor yang strategis tentu merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, karena hampir tidak mungkin rugi. Lantas bagaimana caranya? Caranya adalah dengan mendorong munculnya Undang-Undang Privatisasi BUMN. Dengan adanya jaminan dari UU ini,perusahaan kapitalis dapat dengan leluasa “mencaplok” satu-persatu BUMN tersebut. Tentu tetap dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal.
.

**..Jurus 6..**

Jika pada jurus kelima kaum kapitalis sudah mulai bersinggungan dengan UU, maka sepak terjangnya tentu akan mulai banyak menemukan hambatan. Bagaimana cara mengatasinya? Jurusnya ternyata sangat mudah, yaitu dengan masuk ke sektor kekuasaan itu sendiri. Kaum kapitalis harus menjadi penguasa, sekaligus tetap sebagai pengusaha.Untuk menjadi penguasa tentu membutuhkan modal yang besar, karena biaya kampanye itu tidak murah. Bagi kaum kapitalis hal itu tentu tidak menjadi masalah, sebab permodalannya tetap akan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Jika kaum kapitalis sudah mencapai 6 jurus ini, maka hegemoni ekonomi di tingkat nasional hampir sepenuhnya terwujud. Hampir tidak ada problem yang berarti untuk dapat mengalahkan kekuatan hegemoni ini. Namun, apakah masalah dari kaum kapitalis sudah selesai sampai di sini? Tentu saja belum. Ternyata hegemoni ekonomi di tingkat nasional saja belumlah cukup. Mereka justru akan menghadapi problem baru. Apa problemnya? Problemnya adalah terjadinya ekses produksi. Bagi perusahaan besar, yang produksinya terus membesar, jika produknya hanya dipasarkan di dalam negeri saja, tentu semakin lama akan semakin kehabisan konsumen. Lantas, kemana mereka harus memasarkan kelebihan produksinya? Dari sinilah akan muncul jurus-jurus berikutnya, yaitu jurus untuk melakukan hegemoni di tingkat dunia.
.

**..Jurus 7..**

Jurus ketujuh adalah jurus untuk membuka pasar di negara-negara miskin dan berkembang yang padat penduduknya. Caranya adalah dengan menciptakan organisasi perdagangan dunia (WTO), yang mau tunduk pada ketentuan perjanjian perdagangan bebas dunia (GATT), sehingga semua negara anggotanya akan mau membuka pasarnya tanpa halangan tarif bea masuk, maupun ketentuan kuota impornya (bebas proteksi).Dengan adanya WTO dan GATT tersebut, kaum kapitalis dunia akan dengan leluasa dapat memasarkan kelebihan produknya di negara-negara “jajahan”-nya. Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaga andalannya, yaitu perbankan dan pasar modal.
.

**..Jurus 8..**

Jika kapitalis dunia ingin lebih besar lagi, maka jurusnya tidak hanya cukup dengan mengekspor kelebihan produksinya. Mereka harus menggunakan jurus yang kedelapan, yaitu membuka perusahaannya di negara-negara yang menjadi obyek ekspornya. Caranya adalah dengan membuka Multi National Coorporations (MNC) di negara-negara sasarannya.Dengan membuka langsung perusahaan di negara tempat pemasarannya, mereka akan mampu menjual produknya dengan harga yang jauh lebih murah. Strategi ini juga sekaligus dapat menangkal kemungkinan munculnya industri-industri lokal yang berpotensi menjadi pesaingnya.Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal.
.

**..Jurus 9..**

Apakah dengan membuka MNC belum cukup? Jawabnya tentusaja belum. Masih ada peluang untuk menjadi semakin besar lagi. Caranya? Dengan jurus kesembilan. Jika kapitalis dunia ingin menjadi besar lagi, caranya adalah dengan menguasai sumber-sumber bahan baku yang ada di negara tersebut.Untuk melancarkan jalannya jurus ini, kapitalis dunia harus mampu mendikte lahirnya berbagai UU yang mampu menjamin agar perusahaan asing dapat menguasai sepenuhnya sumber bahan baku tersebut. Contoh yang terjadi di Indonesia adalah lahirnya UU Penanaman Modal Asing (PMA), yang memberikan jaminan bagi perusahaan asing untuk menguasai lahan di Indonesia sampai 95 tahun lamanya(itu pun masih bisa diperpanjang lagi). Contoh UU lain, yang akan menjamin kebebasan bagi perusahaan asing untuk mengeruk kekayaan SDA Indonesia adalah: UU Minerba, UU Migas, UU Sumber Daya Air, dsb.
.

**..Jurus 10..**

Menguasai SDA saja tentu belum cukup bagi kapitalis dunia. Mereka ingin lebih dari itu. Dengan apa? Jurus kesepuluh adalah jurus untuk menjadikan harga bahan baku lokal menjadi semakin murah. Caranya adalah dengan menjatuhkannilai kurs mata uang lokalnya.Untuk mewujudkan keinginannya ini, prasyarat yang dibutuhkan adalah pemberlakuan sistem kurs mengambang bebas bagi mata uang lokal tersebut. Jika nilai kurs mata uang lokal tidak boleh ditetapkan oleh pemerintah, lantas lembaga apa yang akan berperan dalam penentuan nilai kurs tersebut? Jawabannya adalah dengan Pasar Valuta Asing (valas). Jika negara tersebut sudah membuka Pasar Valasnya, maka kapitalis dunia akan lebih leluasa untuk “mempermainkan” nilai kurs mata uang lokal, sesuai dengan kehendaknya. Jika nilai kurs mata uang lokal sudah jatuh, maka harga bahan-bahan baku lokal dijamin akan menjadi murah, kalau dibeli dengan mata uang mereka.
.

**..Jurus 11..**

Jurus yang kesebelas adalah jurus untuk menjadikan upah tenaga kerja lokal bisa menjadi semakin murah. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan melakukan proses liberalisasi pendidikan di negara tersebut, yaitu dengan melakukan intervesi terhadap UU Pendidikan Nasionalnya. Apa targetnya? Jika penyelenggaraan pendidikan sudah di liberalisasi, berarti pemerintah sudah tidak bertanggung jawab untuk memberikan subsidi bagi pendidikannya. Hal ini tentu akan menyebabkan biaya pendidikan akan semakin mahal, khususnya untuk pendidikan di perguruan tinggi. Akibatnya, banyak pemuda yang tidak mampu melanjutkan studinya di perguruan tinggi.Keadaan ini akan dimanfaatkan dengan mendorong dibukanya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak-banyaknya. Dengan sekolah ini tentu diharapkan akan banyak melahirkan anak didik yang sangat terampil, penurut, sekaligus mau digajirendah. Hal ini tentu lebih menguntungkan, jika dibanding dengan mempekerjakan sarjana. Sarjana biasanya tidak terampil, terlalu banyak bicara dan maunya digaji tinggi.
.

**..Jurus 12..**

Sebagaimana telah diuraikan di atas, jurus-jurus hegemoni kapitalis dunia di negara lain ternyata banyak mengunakan intervesi UU. Hal ini tentu tidak mudah dilakukan, kecuali harus dilengkapi dengan jurus yang keduabelas. Jurus inilah yang akan menjamin proses intervensi UU akan dapat berjalandengan mulus. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menempatkan penguasa boneka. Penguasa yang terpilih di negara tersebut harus mau tunduk dan patuh terhadap keinginan dari kaum kapitalis dunia. Bagaimana strateginya?Strateginya adalah dengan memberikan berbagai sarana bagi mereka yang mau menjadi boneka. Sarana tersebut, mulai daribantuan dana kampanye, publikasi media, manipulasi lembagasurvey, hingga intervesi pada sistem perhitungan suara pada Komisi Pemilihan Umumnya.Nah, apakah ini sudah cukup? Jika kaum kapitalis sudah mencapai 12 jurus ini, maka hegemoni ekonomi di tingkat dunia nyaris terwujud. Hampir tidak ada problem yang berarti untuk dapat mengalahkan kekuatan hegemoni ini. Namun, apakah masalah dari kaum kapitalis sudah selesai sampai di sini? Tentu saja belum. Mereka tetap saja akan menghadapi problem yang baru. Apa problemnya?Jika hegemoni kaum kapitalis terhadap negara-negara tertentu sudah sukses, maka akan memunculkan problem baru. Problemnya adalah “mati”-nya negara jajahan tersebut. Bagi sebuah negara yang telah sukses dihegemoni, maka rakyat di negara tersebut akan semakin miskin dan melarat. Keadaan ini tentu akan menjadi ancaman bagi kaum kapitalis itu sendiri. Mengapa?Jika penduduk suatu negeri itu jatuh miskin, maka hal itu akanmenjadi problem pemasaran bagi produk-produk mereka. Siapa yang harus membeli produk mereka jika rakyatnya miskin semua? Di sinilah diperlukan jurus berikutnya.
.

**..Jurus 13..**

Agar rakyat negara miskin tetap memiliki daya beli, maka kaum kapitalis dunia perlu mengembangkan Non Government Organizations (NGO) atau LSM. Tujuan pendirian NGO ini adalah untuk melakukan pengembangan masyarakat (community development), yaitu pemberian pendampingan pada masyarakat agar bisa mengembangkan industri-industri level rumahan (home industry), seperti kerajinan tradisionil maupun industri kreatif lainnya. Masyarakat harus tetap berproduksi (walaupun skala kecil), agar tetap memiliki penghasilan.Agar operasi NGO ini tetap eksis di tengah masyarakat, maka diperlukan dukungan dana yang tidak sedikit. Kaum kapitalis dunia akan senantiasa men-support sepenuhnya kegiatan NGO ini. Jika proses pendampingan masyarakat ini berhasil, maka kaum kapitalis dunia akan memiliki tiga keuntungan sekaligus, yaitu: masyarakat akan tetap memiliki daya beli, akan memutus peran pemerintah dan yang terpenting adalah, negara jajahannya tidak akan menjadi negara industri besar untuk selamanya.Sampai di titik ini kapitalisme dunia tentu akan mencapai tingkat kejayaan yang nyaris “sempurna”. Apakah kaum kapitalis sudah tidak memiliki hambatan lagi? Jawabnya ternyata masih ada. Apa itu? Ancaman krisis ekonomi. Sejarah panjang telah membuktikan bahwa ekonomi kapitalisme ternyata menjadi pelanggan yang setia terhadap terjadinya krisis ini.Namun demikian, bukan berarti mereka tidak memiliki solusi untuk mengatasinya. Mereka masih memiliki jurus pamungkasnya. Apa itu?
.

**..Jurus 14..**

Jurus pamungkas dari kaum kapitalis untuk menghadapi krisis ekonomi ternyata sangat sederhana. Kaum kapitalis cukup “memaksa” pemerintah untuk memberikan talangan (bailout) atau stimulus ekonomi. Dananya berasal dari mana? Tentu akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).Sebagaimana kita pahami bahwa sumber pendapatan negara adalah berasal dari pajak rakyat. Dengan demikian, jika terjadi krisis ekonomi, siapa yang harus menanggung bebannya. Jawabnya adalah: rakyat, melalui pembayaran pajak yang akanterus dinaikkan besarannya, maupun jenis-jenisnya.Bagaimana hasil akhir dari semua ini? Kaum kapitalis akan tetap jaya dan rakyat selamanya akan tetap menderita. Dimanapun negaranya, nasib rakyat akan tetap sama. Itulah produk dari hegemoni kapitalisme dunia.

"Demokrasi adalah hal terjahat dan sangat mahal yang pernah terdengar di atas muka bumi ini" {Mark twen}

Shahih?

Nasionalisme ala Orang Garut (ASGAR)

Garut adalah salah satu daerah tingkat dua di Provinsi Jawa Barat, selain alamnya yang indah, garut terkenal dengan makanan dan kerajinan kulitnya.

Perekonomian garut digerakan sepenuhnya oleh para pengusaha garut, sangat sedikit investor dari  luar daerah yang berinvestasi di daerah ini.

Semangat nasionalisme tidak hanya slogan semata, tetapi harus dipraktekan dalam kehidupan nyata.

Sebagai wujud nasionalisme orang garut selalu menamakan produk dengan brand "Garut" hal ini justru sangat efektif untuk melawan kapitalisme dan mencegah pencaplokan oleh negara lain. Orang Garut sangat mencintai daerahnya, sangat bangga dengan produk yang dihasilkannya, orang garut selalu membawa produk-produk garut kemanapu pergi.


1. Kerajinan Kulit Garut
Kualitas kulit garut adalah terbaik di Indonesia, karena berasal dari kulit domba garut yang sudah terkenal. Setiap hari jumat domba-domba di garut dimandikan, sehingga bebas dari kutu, hal ini yang menjadikan kulit domba garut mempunyai kualitas bagus.


Coba lihat orang garut dengan bangganya mereka memakai produk garut..Seluruh pakaian yang menempel di tubuh seperti jaket , ikat pinggang, sepatu, tas, dan dompet adalah buatan garut. Untuk produk-produk kulit mereka gak akan beli selain dari garut.

2. Domba Garut
Domba Garut adalah domba yang berasal dari daerah Limbangan Kabupaten Garut. Dalam bahasa latin disebut ovis aries yang merupakan campuran dari perkawinan antara domba lokal dengan domba jenis capstaad dari Afrika Selatan dan domba merino dari Australia. Domba capstaad sudah ada lebih dulu di Garut, sementara domba merino baru didatangkan ke Garut pada abad ke-19. Dari ketiga jenis domba itulah, lahir varietas baru yang kemudian disebut domba Garut.
Walaupun sekarang domba Garut sudah menyebar sekitar wilayah priangan, tetapi orang Garut kemana-mana selalu bilang itu adalah Domba Garut, dan akhirnya daerah lain pun mengalah. 



3. Dodol Garut
Dodol Garut merupakan camilan khas Sunda dari kota Garut, Jawa Barat. Terdapat banyak jenis dodol Garut diantaranya dodol wijen, dodol kacang, aneka dodol buah seperti dodol nanas, dodol nangka, dodol tomat, dodol durian dan buah-buahan lainnya, chocodot (cokelat isi dodol pertama di dunia), dodol piknik yang merupakan dodol paling populer dan menjadi salah satu ikon kota Garut serta masih banyak jenis dodol lainnya. Dodol ini termasuk makanan camilan yang rasanya manis dan lezat.

Terdapat banyak sekali toko-toko atau warung-warung yang menyajikan dodol sebagai barang dagangannya. Di sepanjang jalan kota Garut banyak penjual yang menjajakan dodol Garut, terutama di jalan-jalan yang dijadikan sebagai pintu gerbang menuju ke daerah lain di sekitar kota Garut.
Banyak orang yang menyukai dodol Garut ini karena rasanya yang khas yang membedakannya dengan dodol-dodol sejenis dari daerah lainnya di Indonesia.
 
 Inovasi Cokelat dan Dodol
 Daerah Garut ternyata merupakan daerah yang sangat cocok untuk tanaman cokelat sehingga banyak di daerah garut menjadi salah satu penghasil tanaman cokelat, beberapa pabrik cokleat pun berdiri.
Tahun 2009 Kiki Gumilar berinovasi menggabungkan antara Dodol dan Cokelat sehingga lahirlah produk yang bernama Chocodot.


4. Batu Akik 
Batu Akik Pancawarna dan Hijau Garut menjadi sangat terkenal beberapa waktu lalu, seperti biasa orang garut selalu menempelkan brand "Garut" pada batu akik tersebut.


5. Pangkas Rambut Asgar (asli Garut)
Mungkin kalian banyak yang bingung, kenapa sih tukang pangkas yang di pinggiran jalan dinamainnya selalu tukang pangkas rambut Asgar? Kenapa sih mereka sering dibicarakan? Kenapa sih mereka terkenal banget? Sampai-sampai saking terkenalnya, Marvel pun mau memfilmkan salah satu karakter superhero-nya, Thor, yang diceritakan berasal dari Asgard. Asal Garud.

Daerah garut khususnya daerah banyuresmi terkenal dengan orang-orangnya yang pandai dalam memangkas rambut, hal itu tak heran karena anak-anak sekolah SMP dan SMA di garut dalam tasnya selalu tersedia gunting dan sisir, bukan untuk tawuran, tetapi untuk memangkas rambut temannya.

Dan kerennya, tukang-tukang pangkas rambut Asgar ini punya standar kerja sendiri biar pelanggannya seneng, yaitu: harus ramah, harus ngajak ngobrol pelanggan biar nggak bĂȘte, dan diakhiri dengan pijat. Mantaaaap!



6. Jeruk Keprok Garut
Sudah sejak lama, jeruk Garut telah popular dan menjadi trademark Kabupaten Garut. Oleh karena itu, sesuai dengan Perda No. 9 Tahun 1981, jeruk garut telah dijadikan sebagai komponen penyusun lambang daerah Kabupaten Garut. Selain sebagai buah ciri khas Kabupaten Garut, jeruk merupakan komoditas sub-sektor pertanian tanaman pangan yang mempunyai prospek cukup cerah dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Sebagai komoditas unggulan khas daerah, Jeruk Garut mempunyai peluang tinggi untuk terus dikembangkan karena keunggulan komparatif dan kompetitifnya serta adanya peluang yang masih terbuka luas. Dengan berbagai usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya, Jeruk Garut akan mampu bersaing dengan produk sejenis baik pada tingkat l nasional seperti halnya Jeruk Medan, Jeruk Pontianak serta jeruk impor seperti Jeruk Mandarin dan Jeruk New Zealand.

7. Bendera 
Setiap bulan agustus orang garut khususnya daerah leles akan menyebar ke seluruh Indonesia untuk berdagang bendera. Hal ini karena daerah Leles banyak pengrajin pembuat bendera.

Untuk bendera, mereka tidak berani mengganti nama Bendera Indonesia menjadi Bendera Garut hehehe.

 8. Batik Garutan
Batik garutan umumnya digunakan untuk kain sinjang, namun berfungsi juga untuk memenuhi kebutuhan sandang dan lainnya. Bentuk motif batik Garut merupakan cerminan dari kehidupan sosial budaya, falsafah hidup, dan adat-istiadat orang Sunda. Beberapa perwujudan batik Garut secara visual dapat digambarkan melalui motif dan warnanya.

Berdasarkan pemikiran yang melatarbelakangi penciptaan batik Garut, maka motif-motif yang dihadirkan berbentuk geometrik sebagai ciri khas ragam hiasnya. Bentuk-bentuk lain dari motif batik Garut adalah flora dan fauna. Bentuk geometrik umumnya mengarah ke garis diagonal dan bentuk kawung atau belah ketupat. Warnanya didomiansi oleh warna krem dipadukan dengan warna-warna cerah lainnya yang merupakan karakteristik khas batik garutan. 


Disusun dari berbagai sumber oleh
Gun Gun Hamdani
(Presiden Leuweungtiis)









24 Protokol Zionis (The Protocols of The Learned Elders of Zion)

Rencana Jangka Panjang Zionisme Internasional Untuk Menghancurkan Ummat Kristen dan Ummat Muslim se Dunia “Protocols of Zion” yang sudah lama menjadi ‘kitab suci” Zionisme Internasional, selama ini dipahami sebagai sumber inspirasi kaum Yahudi untuk menata dunia sesuai dengan keinginannya, yaitu Dunia yang pada akhirnya hanya beragama satu, agama Yahudi. Inti ajaran agama Yahudi adalah pemujaan materi atau dikenal dengan istilah materialisme. Protokol itu pertama kalinya dibuat tahun 1895 di Basel-Swiss oleh pemimpin Zionis saat itu, Theodore Hertzel. Dokumen itu berisi 24 pasal (24 protocols). Tadinya sangat dirahasiakan sekali, tapi kemudian bocor dan sampai ke tangan pendeta orthodox Rusia, Sergey Nylos, yang menterjemahkan ke dalam bahasa Rusia pada tahun 1921. Seorang wartawan Inggris,Victor E Mersden, kemudian menterjemahkannya kembali kedalam bahasa Inggris dengan judul “The Protocols of The Learned Elders of Zion” pada tahun 1917. Berikut terjemahannya dalam versi Indonesianya.
PROTOCOLS KE 1:
Semboyan kita (kita disini maksudnya: zionisme/warga yahudi se dunia) hanya ingin mencapai tujuan dengan kekuatan militer, kecanggihan teknologi perang, dan memasyarakatkan hidup bersenang-senang mengejar popularitas. Pandangan hidup kita hanyalah mampu menindas terlebih dahulu, kemudian bertanggung-jawab dalam suatu persoalan, atau berbuat jahat dan memasang jerat halus demi kepentingan kita
Kita pembuka jalan falsafah kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang menjadi topik aktual sepanjang masa (kini falsafah itu dikenal dengan istilah ‘demokrasi). Mereka yang menjunjung falsafah itu sebenarnya belum berfikir secara matang dan dewasa. Falsafah itu sebenarnya tidak bernilai, dan banyak masyarakat kaum awam yang terkecoh, dan tidak menyadari bahwa pengertian falsafah itu sebenarnya masih rancu dan diliputi oleh awan gelap.
Kata-kata itu telah diulang berkali-kali, dan mereka tertarik dengannya padahal telah menghancurkan kemakmuran dunia dan kebebasan perorangan yang sesungguhnya. Orang-orang non-yahudi yang dianggap sebagai orang pandai dan berfikiran cerdas tidak memahami simbolisme yang terkandung dalam kata-kata yang diucapkannya itu; demikian pula mereka tidak melihat pertentangan yang terkandung di dalamnya, dan tidak pula menyadari bahkan dialam bebas tidak terdapat arti kata persamaan dalam bentuk apapun juga.
Slogan kita berupa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang kita kumandangkan hanyalah jerat halus untuk menangkap mangsa dan sebagai sarana yang dapat menarik orang mendukung perjuangan kita dari seluruh pelosok dunia. Falsafah itu mampu membingungkan para pemimpin Kristen. Pada suatu saat falsafah itu mampu mematahkan tangga dan merontokkan persatuan.
Dari sisi lain, falsafah itu akan menggulingkan kubu-kubu bangsawan non-Yahudi, yaitu kubu yang dipakai tempat perlindungan masyarakat yang hidup diatas planet bumi ini.
PROTOCOLS KE 2:
Kita harus berusaha sekuat tenaga agar pertempuran yang terjadi antara dua negara tidak menjalar ke negara lain. Sehingga peperangan itu masih bisa dikendalikan, agar pihak kita dapat menguasai.
Disamping itu pihak yang bertempur selalu membutuhkan bantuan dari kita. Kita harus mengangkat orang yang tidak berpengalaman luas dalam pemerintahan, agar mudah diatur untuk diarahkan ke tujuan tertentu. Kita membutuhkan publik opini melalui surat-surat kabar kepada orang-orang non-Yahudi.
Ideologi kita kini telah berhasil dengan gemilang. Kemenangan ideologi kita melalui otak Darwin, Karl Marx, Adam Smith dan Nitche. Pandangan pikiran mereka mampu menggoyahkan ketenagaan masyarakat dunia.
Bagi orang yang tak menjalankan ajaran agama, ideologi semacam ini mudah diterima. Surat kabar sebagai senjata utama, kini berada ditangan kita. Walaupun demikian kita harus bergerak di bawah tanah.
Kita harus mempertajam ketegangan pemerintah dengan rakyat. Agar wibawa pemerintah menjadi lemah dan rakyat pun tidak memiliki daya untuk bertindak, Kemudian kita akan mudah menguasai keduanya sesuai dengan tujuan kita.
PROTOCOLS KE 3:
Kini beban kita tinggal menerobos terowongan yang pendek, setelah itu daerah yang dikuasai oleh ular (lambang ‘Free Masonry’, organisasi bawah tanah dari gerakan Zionisme Internasional,) akan kita kunci. Bila sudah dikunci, berarti semua benua eropa akan tergenggam dalam tangan kita.
Kita harus mempertajam ketegangan pemerintah dengan rakyat. Agar wibawa pemerintah menjadi lemah dan rakyat pun tidak memiliki daya untuk bertindak, Kemudian kita akan mudah menguasai keduanya sesuai dengan tujuan kita.
Kita harus mampu memberikan semangat agar para aktifis partai saling berebut kursi pemerintahan.
Kita harus mampu memberikan nasihat kepada kaum buruh dan pekerja seakan-akan memperoleh prioritas yang memuaskan dari kebijaksanaan dan undang-undang yang tertulis diatas kertas. Padahal tulisan itu hanyalah kebohongan belaka. Dengan demikian agen-agen Yahudi akan kita kirim untuk mengatur roda perusahaan sesuai tujuan kita.
Kita harus mampu meningkatkan rasa benci dan dengki di kalangan buruh untuk meledakkan kemelut perekonomian dunia. Sarana yang tepat untuk menciptakan situasi seperti itu adalah emas yang telah kita genggam.
Kita harus mampu menanamkan rasa benci di hati kaum buruh agar tetap bermusuhan dengan orang kaya sejak kecil.
Untuk merealisir program itu, kita tidak akan terbentur oleh bahaya, lantaran masyarakat Kristen yang sudah lemah akan mudah dikuasai, terutama menguasai pemerintah yang akan membinasakan Yahudi dari muka bumi ini.
PROTOCOLS KE 4:
Gerakan ‘ Free Masonry’ akan melaksanakan tujuan-tujuan kita ini, dan sebagai penghalang bagi siapa saja yang akan membongkar program kita.
Gerakan ‘Free Masonry’ akan mampu menghapus keyakinan bertuhan di tengah masyarakat Kristen, dan diganti dengan teori matematika dan teori relativitas.
Kita harus berani mengarahkan orang-orang Kristen agar pikirannya hanya ke arah persaingan ekonomi dan industri. Situasi seperti itu diupayakan semakin tajam, agar terwujud masyarakat yang individualistis. Sehingga mereka akan apatis terhadap perjalanan politik, agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Mereka hanya mengurus tenaga dan memeras otak demi mendapatkan harta. Dengan demikian mereka bergelimang dengan kehidupan materialisme dan mengabaikan ajaran-ajaran agama (kini giliran orang-orang muslim karena orang-orang kristen sudah ditaklukka).
Paham Liberal harus kita sebarkan ke seluruh dunia agar pengertian mengenai arti kebebasan (liberal) itu benar-benar menimbulkan dis-integrasi dan menghancurkan masyarakat non-Yahudi. Maka industri harus dilandaskan atas dasar yang bersifat spekulatif.
PROTOCLOS KE 5:
Kita harus mencemarkan nama pendeta dan ulama. Agar keduanya dipandang hina oleh gelandangan dipinggir jalan.
Ada suatu langkah yang mampu membikin opini umum, yaitu kita harus mengajukan berbagai pandangan yang dapat menggoyahkan keyakinan-keyakinan sebelumnya yang sudah tertanam di hati dan pikiran masyarakat. Kalau usaha ini belum mendapatkan perhatian, maka masyarakat harus diberikan pandangan lagi yang secara sosial dapat diterima.
Dengan cara ini, keyakinan lama yang sudah tertanam di hati manusia akan tergoyahkan, dan pada akhirnya akan tumbang, lantaran terdepak oleh perkembangan zaman. Pada akhirnya pendapat dan pandangan yang tidak searah dengan tujuan Yahudi (yaitu menjadikan ummat manusia hanya memuja materi) akan musnah, dan di dunia akan jatuh ke dalam perangkap kesesatan.
Kita harus mampu membuka jalan agar kebobrokan mental manusia semakin bertambah, dan adat-istiadat porak-poranda. Dengan demikian perpecahan antar kelompok masyarakat akan terjadi dimana saja. Segala kekuatan yang melawan yahudi akan lenyap. Segala semangat akan luntur. Akhirnya faktor yang memberikan kemenangan kepada pihak kita akan nampak.
Kita harus mengendalikan masyarakat Kristen dalam kondisi yang semakin rumit dan norma-norma sudah tidak dijunjung tinggi oleh masyarakat. Setelah itu mereka akan meminta kita memimpin dalam memasuki gerakan dunia. Bila posisi ini sudah kita raih, maka seluruh kekuatan pemerintah di dunia akan mudah diarahkan. Dari sini akan terwujud pemerintahan Internasional tertinggi yyang kekuasaannya meliputi seluruh dunia. Lembaga ini secara fungsional mempunyai peraturan yang berwibawa dan dipatuhi oleh seluruh umat manusia di dunia.
Kita harus mampu membuka jalan agar kebobrokan mental manusia semakin bertambah, dan adat-istiadat porak-poranda. Dengan demikian perpecahan antar kelompok masyarakat akan terjadi dimana saja. Segala kekuatan yang melawan yahudi akan lenyap. Segala semangat akan luntur. Akhirnya faktor yang memberikan kemenangan kepada pihak kita akan nampak.
PROTOCOL KE 6:
Kita harus mampu mengatur penimbunan kekayaan yang amat besar yang dimiliki oleh orang-orang non-yahudi. Administrasinya harus dapat mengikis habis kekayaan itu secara berangsur-angsur. Kita harus menggunakan segala cara agar Lembaga pemerintah Internasional (semacam PBB, IMF, World Bank sekarang ini) memiliki daya polularitas yang tinggi, sehingga dikenal oleh seluruh umat manusia yang hidup di dunia ini. Diusahakan agar bangsa yang patuh kepada lembaga ini merasa memperoleh perlindungan yang terjunjung tinggi harkat bangsanya.
Kini segala keningratan non-Yahudi telah punah, tinggal sektor pertanian. Walaupun begitu sektor pertanian tidak boleh diabaikan. Sebab tuan tanah sendiri bisa hidup merdeka dari genggaman kita. Oleh karena itu, kita harus berjuang untuk membebaskan tanah itu dari miliknya. Barangkali cara yang tepat adalah pajak dan biaya pengolahan tanah pertanian harus menanjak. Dengan demikian, tuan tanah akan berfikir seribu kali untuk menanam lagi. Jika situasi seperti itu berjalan terus, maka mereka akan segera menjual tanah itu. Kita harus berani memberikan semangat kepada masyarakat agar senang berfoya-foya dan malas. Tindakan ini akan mengakibatkan kebangkrutan bagi perusahaan dan pabrik non-Yahudi.
Kita harus membentuk persaingan tajam dalam perdagangan (ciri utama ekonomi Liberal, pen). Kita harus berani berusaha menaikkan gaji kaum buruh untuk menipu mereka. Dalam waktu yang sama kita harus menaikkan harga barang-barang pokok. Dengan dalih hasil panen mengalami penurunan. Kita harus berani mendorong kaum buruh untuk menenggak minuman keras agar produksi pabrik menurun drastis.
PROTOCOLS KE 7:
Kita harus berani mendorong masyarakat Eropa dan selalu membantu menyebarkan isue buruk dan berbau permusuhan dengan penduduk yang tinggal di benua lain. Kebijaksanaan ini memberikan dua keuntungan bagi kita. Sebab, mereka mengetahui bahwa kita mampu melahirkan revolusi atau membuat peraturan sesuai dengan kehendak mereka. Bila ada pemerintah yang ingin menghambat tujuan kita, maka diupayakan negara tetangganya merasa terancam, pada akhirnya mengakibatkan peperangan dua negara. Apabila dua negara bersatu untuk menghancurkan kita, maka kita harus berani menyatakan perang dunia.
Agar segala rencana dapat dicapai, maka kita harus mampu membentuk opini masyarakat dunia. Tampaknya hal itu mudah kita capai, karena sarana yang paling efektif telah kita kuasai, yaitu surat kabar yang setiap hari terbit dengan oplag yang besar (dan kini ditambah stasiun tv, kantor berita, internet).
Untuk menunjukkan kekuatan kita, maka salah satu negara harus diserbu dengan gerakan teroris dan tindakan-tindakan keji. Jika bangsa lain mengetahui kekuatan kita, maka Yahudi akan ditakuti oleh seluruh bangsa. Jika ada bangsa yang ingin melawan kita, maka akan kita gempur dengan senjata buatan Amerika dan buatan negeri lain yang menjadi sekutu kita.
PROTOCOLS KE 8:
Pemerintah kita harus memahami bahwa kebudayaan suatu bangsa mempunyai peranan yang amat penting. Oleh karena itu pemerintah harus mampu menghimpun orang-orang senior seperti pengarang, ahli hukum, eksekutif, politikus, administrator yang telah lama duduk di sekolah kita dan telah ditempa dengan dokrin Yahudi.
Para sarjana yang telah lulus universitas kita (universitas dengan kurikulum berbasis dokrin yahudi,) akan diterima dengan kewajiban ikatan kerja, yang penting biaya hidup mereka terjamin.
Pemerintah kita harus mampu menguasai sarjana ekonomi yang memiliki wawasan politik. Karena politikus yang ekonom memegang peranan penting dalam perjuangan kita. Kita berupaya agar kursi (kekuasaan) diduduki oleh orang yang tidak disegani oleh masyarakat. Minimal orang itu mempunyai perangai yang kurang baik sehingga rakyat akan mudah marah kepadanya, dan keduanya dapat kita kuasai.
PROTOCOLS KE 9:
Kita harus dapat menguasai pejabat-pejabat non-Yahudi yang mengatur administrasi, untuk dirombak sebagaimana yang kita harapkan. Selain itu harus menempatkan orang-orang kita dalam lembaga pengatur negara. Kita berusaha agar administrasi suatu negara berjalan timpang. Kita banyak mendudukkan wakil-wakil dalam tubuh Legislatif, dan ikut serta dalam pemilihan umum.
Kita harus mampu mengarahkan misi surat kabar, disamping menguasai departemen Pendidikan. Karena pendidikan merupakan tonggak terpenting dalam kehidupan yang merdeka. Kini aktivis kita harus mampu menodai masa depan generasi mendatang dan mencemari generasi sekarang. Kita harus memberikan pelajaran pada generasi masa kini dengan pandangan-pandangan yang mengandung unsur merusak citrta bangsa. Sebagian orang menanyakan:”Apa yang harus kita lakukan, bila ada yang mengetahui program kita yang ingin merusak citra bangsa! Jawabnya: Kita harus merahasiakan rencana itu dan dalam menyalurkan ke masyarakat harus dengan penuh perhitungan. Tetapi jika ada yang terjadi diluar perhitungan kita, kita pun sudah mempersiapkan diri dengan kekuatan militer dan alat-alat tempur yang canggih. Pada suatu saat kita akan menyerbu dengan kekuatan yang mampu menggetarkan lawan yang menghadapi kita. Untuk menghadapi perlawanan semacam itu kita mempersiapkan terowongan di bawah tanah yang akan digunakan untuk meledakkan seluruh kota di dunia, termasuk dokumen-dokumen akan hangus.
Agar segala rencana dapat dicapai, maka kita harus mampu membentuk opini masyarakat dunia. Tampaknya hal itu mudah kita capai, karena sarana yang paling efektif telah kita kuasai, yaitu surat kabar yang setiap hari terbit dengan oplag yang besar (dan kini ditambah stasiun tv, kantor berita, internet,).
PROTOCOLS KE 10:
Kita harus memecah-belah keluarga masyarakat non-Yahudi dan menghapus adat-istiadat, serta kebudayaan mereka. Kita berusaha untuk memperoleh setiap sarjana dan cendekiawan agar mau bergabung dengan barisan kita. Kita harus dapat mendirikan pemerintahan otokrasi yang mudah diatur menurut haluan kita. Hal itu bisa dijangkau apabila seluruh lembaga baik legislatif , eksekutif maupun yudikatif dipegang oleh orang-orang yang tidak segan-segan menerima uang siluman. Kepemimpinan tertinggi akan dipegang oleh agen-agen kita yang mampu menjalankan pemerintahan sesuai dengan petunjuk kita.
PROTOCOLS KE 11:
Tuhan telah menghendaki keturunan Israel sebagai petualang dunia yang hidup di berbagai negara. Kalau dipandang sepintas hal itu merupakan sisi kelemahan Israel. Namun petualangannya harus dimanfaatkan untuk memperkokoh posisi kita dan dijadikan sebagai jembatan emas untuk menduduki singgasana kerajaan dunia. Pesta-pesta yang diadakan oleh gerakan ‘Free Masonry’ merupakan tempat komunikasi antara kelompok-kkelompok kita (sekedar info saja, yayasan ‘Lions Club’ dan ‘Rotary Club’ di seluruh dunia dikendalikan oleh orang-orang ‘Free Masonry’ ini,).
Kita bagaikan Singa (bukankah ‘Lions Club’ berarti ‘klub para Singa?”) dan orang-orang non-Yahudi laksanan kelompok biri-biri. Bila singa memasuki kandangnya, biri-biri hanyalah bisa memejamkan matanya dan menerima nasib malangnya.
PROTOCOLS KE 12:
Dominasi kita harus merambah surat kabar yang membawa misi partai. Selain itu kita harus mampu mengontrolnya sebelum berita itu diedarkan, agar tidak mengungkap misi kita. Segala berita yang akan disiarkan lewat radio harus melalui pengawasan kita. Buku-buku berbobot harus dikenakan pajak yang tinggi, sedangkan buku murahan tidak dikenakan pajak, agar para sarjana enggan menulis buku.
Perusahaan surat kabar akan kita beli untuk mengimbangi dan menjawab isi surat kabar independen yang lepas dari genggaman kita (kini tentu tak sebatas surat kabar, tapi meliputi pula: stasiun tv, kantor berita, majalah dan website terkenal di internet,)
PROTOCOLS 13:
Kita harus berusaha agar opini umum tidak mengetahui permasalahan sebenarnya. Kita harus menghambat segala yang mengetengahkan buah pikiran yang benar. Hal itu bisa dilakukan dengan memuat berita lain yang menarik di surat kabar. Agen-agen kita yang menangani sektor penerbitan akan mampu mengumpulkan berita semacam itu. Pandangan masyarakat harus kita alihkan kepada hiburan (dunia entertaiment), seni dan olah raga.
PROTOCOLS KE 14:
Diupayakan di dunia ini hanya satu agama, yaitu agama Yahudi (inti ajaran agama yahudi adalah pemujaan materi atau paham materialisme, ). Oleh karena itu segala keyakinan lainnya harus dikikis habis. Kalau dilihat di masa kini, banyak orang yang menyimpang dari agama. Pada hakekatnya kondisi seperti itulah yang menguntungkan yahudi. Di masa akan datang masyarakat dunia akan berduyun-duyun memasuki agama Musa yang menundukkan mereka berada di bawah telapak kaki yahudi. Pada saat itu, suara kritikan hanya tertuju kepada agama selain yahudi. Orang tak akan berani menelanjangi agama kita. Karena rahasia yang terkandung dalam ajaran agama Yahudi sangat dalam, dan ajarannya selalu diperjuangkan oleh pendeta-pendeta kita. Segala karya tulis yang mengkritik agama kita tidak diperkenankan terbit dan tersebar di masyarakat. Kita terus berjuang menyebar-luaskan tulisan sastra picisan di masyarakat negara adidaya (contohnya sekarang ini novel Harry Potter?, ).
PROTOCOLS KE 15:
Agen-agen rahasia kita harus disebar ke seluruh dunia. Mereka adalah anggota organisasi di bawah tanah dan gerakan ‘Free Masonry’. Bila bisa berjalan dengan baik, kita akan mempunyai polisi rahasia yang bergerak ke seluruh penjuru dunia. Dari mereka kita mendapatkan data-data akurat untuk mengatur segala persoalan yang penting. Kita harus sering mengadakan pertemuan anggota ‘Free Masonry’ sebelum memegang kekuasaan yang sempurna. Setelah berkuasa, kita akan mampu memusnahkan semua gerakan non-Yahudi dengan cara licin sehingga orang tidak akan menuding kita.
Diupayakan di dunia ini hanya satu agama, yaitu agama Yahudi (inti ajaran agama yahudi adalah pemujaan materi atau paham materialisme, pen). Oleh karena itu segala keyakinan lainnya harus dikikis habis.
PROTOCOLS KE 16:
Kita harus berani tampil di tengah masyarakat dan berjuang memimpin universitas yang ada sekarang. Setelah itu, penulisan sejarah akan kita tinjau kembali, dan menyisihkan sejarah yang menghujat nama bangsa Yahudi. Kritikan dari orang non-Yahudi tidak begitu bahaya, tetapi yang perlu diwaspadai adalah pendidikan yang berjalan dengan kurikulum mereka sendiri (bukan meniru kurikulum kita). Maka usahakan pendidikan semacam itu harus dilenyapkan. Bila tidak mampu, ia harus dikucilkan dari masyarakat. Segala macam yang melambangkan kemerdekaan berpendapat harus dilenyapkan, walaupun slogan itu pernah kita gunakan untuk meraih tujuan. Kita telah meletakkan program untuk menarik simpati masyarakat dengan memberi pelajaran empiris nyata (contohnya kurikulum berbasis kompetensi SD-SMA di Indonesia sekarang,), dan membuang pelajaran yang bersifat non-empiris (misalnya pendidikan budi-pekerti, pen). Pelajaran ini amat sistimatis, agar kaum pelajar tidak mampu berfikir luas, dan tidak mampu memecahkan persoalan tanpa bantuan orang lain. Jadi mereka bagaikan binatang ternak, yang dapat digiring menurut kehendak pengembala. Mereka hanya mentaati penjelasan dari guru tanpa berusaha untuk mendalaminya. Sistem ini telah berhasil kita suntikkan dalam sekolah di negeri Prancis, yang ditangani oleh aktivis yang bernama Bouro.
PROTOCOLS KE 17 :
Kita selalu dituntut untuk mencemarkan nama baik pendeta dan ulama non-Yahudi, agar mereka terhina dimata rakyat. Dengan usaha ini dapat mengurangi misi perjalanan mereka yang menghambat perjuangan kita. Bila ada peluang yang baik, istana Paus akan kita runtuhkan dengan memakai orang lain yang akan menembak Paus di Vatikan. Bila ini terjadi, para penduduk dunia akan berduyun-duyun ke Vatikan, dan kita akan tampil seolah-olah menjadi pelopor penuntutan terhadap pelaku pembunuhan itu (usaha pembunuhan Paus pernah dilakukan tahun 1981, tapi gagal,). Cara seperti itu agar kita yang akan menduduki singgasana Paus. Dan yahudi akan menjadi Paus sejati dan kepala uskup Gereja Internasional.
PROTOCOLS KE 18:
Di saat polisi menjaga keamanan negara dengan ketat, kita harus mampu mengadakan kerusuhan dan keonaran di masyarakat (departemen kepolisian di seluruh dunia selalu memperoleh bantuan Zionis Internasional untuk mendukung tujuan mereka, pen). Kemudian para penceramah diorganisir untuk menerangkan keadaan yang genting itu. Di saat itu kita dapat menemukan jalan keluarnya, sehingga masyarakat simpati kepada kita. Kebijaksanaan seperti ini akan kita gunakan secepatnya untuk memberikan perintah agar penjagaan semakin ditingkatkan. Peluang ini kita pakai untuk mengkoordinir para pendukung kita untuk mendapatkan tujuan.
PROTOCOLS KE 19:
Politikus yang kita tangkap diusahakan tidak dianggap sebagai pahlawan, tetapi martabat mereka kita samakan dengan penyamun, pencoleng, pembunuh dan narapidana berat lainnya. Usahakan masyarakat menyamakan narapidana politik dengan kriminil agar masyarakat menilai jelek para politikus.
Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan terus mengalir ke perbendahaaraan kita.
PROTOCOLS KE 20:
Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan terus mengalir ke perbendahaaraan kita. Akal hewan bangsa non-yahudi tidak akan mengerti bahwa hutang kepada negara kapitalis akan menguras kekayaan negaranya sendiri. Sebab, bunga hutang itu akan diambil dari hasil bumi negaranya atau masukan keuangan lainnya. Sekarang kita telah menguasai kekayaan dunia dengan jalan memegang saham surat-surat berharga lainnya (inilah alasan pemaksaan dibukanya Pasar Modal dan Pasar Uang di negara-negara yang berhasil mereka “liberalisasikan ekonominya”,). Kita akan membentuk pemerintah yang hutang agar terus membutuhkan bantuan dari bank kita sehingga pemerintah negaranya akan tergenggam oleh kaum kapitalis.
PROTOCOLS KE 21:
Kita akan mendukung pemerintahan di seluruh dunia dengan sejumlah besar ahli di bidang ekonomi. Itulah sebabnya ilmu pengetahuan Ekonomi merupakan ilmu utama yang diajarkan oleh orang Yahudi (hampir di seluruh negara di dunia, fakultas ekonomi selalu saja jumlahnya melebihi jumlah fakultas ilmu sosial dan exacta yang ada. Dan pelajaran ekonomi di SMA selalu memiliki bobot materi yang paling lengkap dibanding mata pelajaran lainnya, tak terkecuali di Indonesia saat ini, ). Kita akan dibantu oleh bankir, industrialis, kaum yang bermodal, dan terutama para milyuner yang tak terhitung banyaknya. Karena segala sesuatu diatur dengan angka yang pasti.
PROTOCOLS KE 22:
Emas selau memegang peranan terpenting, dan sekarang kita telah menguasainya dengan melewati beberapa usaha yang lama dan telah melintasi beberapa generasi. Oleh karena itu senjata ini harus mampu memainkan peranannya untuk menggapai tujuan kita dalam rangka menguasai dunia.
Untuk membentuk perdamaian diatas planet ini, perlu menggunakan sedikit kekerasan, yang semuanya dapat dilaksanakan di bawah panji-panji Zionisme.
PROTOCOLS KE 23:
Mula-mula yang kita lakukan untuk memperkokoh kekuatan kerajaan kita, yaitu harus melenyapkan yayasan dan organisasi yang dulu bergerak untuk membela kita. Sebab bila ia dibiarkan, akan menjadi membahayakan kerajaan kita.
Kerajaan Israel akan menjadi kokoh atas kehendak Allah. Langkah pertama untuk menegakkan kerajaan itu adalah membasmi pikiran orang yang tidak berwawasan luas. Walaupun mereka dulu pernah dipakai tangga untuk mencapai tujuan kita yang mulia.
PROTOCOLS KE 24:
Orang yang mengatur kerajaan kita harus dari keturunan Daud (David), disamping tokoh-tokoh dari Zionis. Orang tersebut harus memiliki otak cemerlang, mampu mengendalikan hawa nafsunya, bisa bergaul dengan rakyat, bersih dari noda, berani berkorban untuk memenangkan kepentingan rakyat, lambang kejayaan, tangguh dan kharismatik ( figur dimaksud dalam keyakinan ummat Islam, disebut Dajjal, ).